Monthly Archives: Juli 2019

Fungsi Hand Out

Hand-out merupakan bahan pembelajaran yang dibuat secara ringkas bersumber dari beberapa literatur yang relevan dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Hand-out memiliki beberapa fungsi, yaitu: a) membantu siswa agar tidak perlu mencatat b) sebagai pendamping penjelasan c) Sebagai bahan rujukan siswa d) memotivasi siswa agar lebih giat belajar e) pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan f) memberi umpan balik, dan g) memberi umpan balik. Penggunaan handout dalam proses pembelajaran akan lebih bermanfaat apabila ditambah media lain yang saling mendukung. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran

Format Modul yang Baik

Format modul yang lengkap memuat Cover, Daftar Isi, Pendahuluan (rasional deskripsi singkat, relevansi, petunjuk belajar), Kegiatan Belajar 1 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 2 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 3 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Tugas Akhir, Tes Akhir, Daftar Pustaka, Kunci Jawaban Tes Formatif. Setelah mamahami format modul yang baik,  Anda dapat mencoba menyusun modul

Bahan Ajar Pendidikan Abad 21

Bahan ajar pendidikan secara mandiri, mengacu pada pendapat Dewi Padmo, dkk, 2004 antara lain adalah: 1) bahan ajar itu dapat dipelajari sendiri oleh peserta didik, bahkan tanpa bantuan guru (self-instructional), 2) bahan ajar itu mampu menjelaskan sendiri karena disusun mengunakan bahasa sederhana dan isinya runtut, sistematis (self-explanatory power), 3) bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung bahan lain (self-contained), 4) bahan ajar itu didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang belajar. Selain itu, bahan ajar yang baik itu

Stategi Pemanfaatan Media Pembelajaran sebagai Sumber Belajar

Adapun strategi yang akan dijelaskan pada kegiatan belajar ini antara lain: (a) presentasi, (b) demonstrasi, (c) latihan (drill and practice), (d) tutorial, dan (e) diskusi. 1. Strategi Presentasi Di dalam presentasi, sumber menjelaskan, menceritakan, atau menyampaikan informasi (materi ajar) kepada peserta didik. Strategi presentasi mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya (a) penyajian materi ajar (realtime) hanya sekali untuk didengarkan oleh semua peserta didik, dan informasi yang disajikan tidak berulang-ulang sehingga lebih efesiensi waktu, (b) peserta didik dapat mengunakan berbagai strategi untuk menangkap informasi

Media Pembelajaran Abad 21

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Saat ini untuk membantu guru dalam menyampaikan pesan, membutuhkan alat bantu (sarana fisik). Harapannya tujuan pembelajaran dapan tercapai dengan tuntas. Secara umum ciri-ciri media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Ciri fiksatif (fixative property), kemampuan media pembelajaran untuk merekam, menyimpan, menampilkan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau obyek. 2. Ciri manipulatif (manipulatif property), kejadian yang memerlukan waktu panjang (produksi berhari-hari) dapat disajikan

3 Jenis Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik merupakan ciri atau sifat dan atribut yang melekat pada peserta didik yang  menggambarkan kondisi peserta didik, misalnya gaya belajar, kondisi sosial ekonomi. Hal ini perlu diidentifikasi dan dipahami guru karena karakteristik peserta didik sangat menentukan : hasil belajar yang akan dicapai aktivitas belajar yang dilakukan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik Secara umum terdapat 3 jenis karakteristik peserta didik, yaitu: 1. karakteristik umum 2. kemampuan awal 3. gaya belajar Mari kita uraikan satu persatu, semoga bisa lebih memahami ke tiganya 1. Karakteristik Umum Gender, peserta didik

Mengenal TPACK Sebagai Model Pembelajaran Baru

TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) merupakan sebuah framework (kerangka kerja) dalam mendesain model pembelajaran baru dengan menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi dan konten/materi pengetahuan (ontologis). Model Pembelajaran TPACK dilaksanakan untuk meningkatkan literasi sains siswa. Dalam penelitian Luthfia Ulva Irmita (2017) bahwa menggunakan pendekatan TPACK dengan model discovery learning dapat digunakan khususnya pada materi laju reaksi kimia. Berikut saya akan mencoba untuk menguraikan TPACK sebagai model Pembelajaran baru: 1. Technological, guru dituntut menguasai teknologi untuk kemudian digunakan sebagai media pendukung dalam kegiatan

Mengenal Model Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Math)

Saat ini Indonesia sedang bersemangat menggagas pendidikan yang mengembangkan model pembelajaran STEM (science, technology, engineering and math). Gagasan ini muncul karena dari tahun ke tahun pencapaian skor tes anak-anak pada pelajaran matematika dan sains terus mengalami kemerosotan. Jika hal itu terus berlanjut, masa depan Indonesia sedang dipertaruhkan, mengingat bahwa sains dan teknologi berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta turut memberi sumbangsih dalam menciptakan peradapan dunia. Di Indonesia, melalui kerja sama dengan USAID (United States Agency for International Development), mulai mencoba

4 Tipe Peserta Didik dalam Kegiatan Belajar

Tipe peserta didik berikut ini seringkali ditemui guru saat kegiatan belajar mengajar dikelas. Semoga penjelasan berikut ini membantu pembaca untuk memahami karakter peserta didik. Sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan psikologis peserta didik. a. Tipe aktivis. Tipe ini senang melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Orang-orang tipe ini mudah diajak berdialog, memiliki pemikiran terbuka, menghargai pendapat orang lain, dan mudah percaya pada orang lain. Namun sering kali kurang pertimbangan secara matang dalam tindakannya. b. Tipe reflektor. Tipe

Karateristik Siswa Abad 21

Karateristik siswa abad 21 sangat berbeda dengan siswa era sebelumnya. Pada abad 21 ini seseorang harus memiliki keterampilan 4 C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Mari kita bahas satu per satu katakteristik peserta didik diera milenial, yaitu: 1. Communication, Peserta didik mampu berinteraksi antara guru dan siswa. 2. Collaboration, Para mampu untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untu mencapai tujuan yang sama. 3. Critical Thinking and Problem Solving, Siswa mampu mentransfer prinsip-prinsip abstrak dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya siswa