3 Jenis Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik merupakan ciri atau sifat dan atribut yang melekat pada peserta didik yang  menggambarkan kondisi peserta didik, misalnya gaya belajar, kondisi sosial ekonomi. Hal ini perlu diidentifikasi dan dipahami guru karena karakteristik peserta didik sangat menentukan :

  • hasil belajar yang akan dicapai
  • aktivitas belajar yang dilakukan
  • asesmen yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik

Secara umum terdapat 3 jenis karakteristik peserta didik, yaitu:
1. karakteristik umum
2. kemampuan awal
3. gaya belajar

Mari kita uraikan satu persatu, semoga bisa lebih memahami ke tiganya
1. Karakteristik Umum

  • Gender, peserta didik dalam kelas terdiri dari laki-laki dan perempuan
  • Etnik, di dalam suatu kelas terkadang terdapat satu jenis etnik atau beberapa etnik. misal etnik jawa, sunda, minang, dayak, dst.
  • Usia, secara umum dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat sekolah. misal: usia anak tk, sd, smp, sma
  • Kultural, dalam suatu kelas terdiri/memiliki budaya berbeda, beda. misal budaya jawa, sunda, minang, madura, bali, asmat, dst.
  • Status sosial-ekonomi, berasal dari keluarga yang memiliki status sosial dan ekonomi yang berbeda-beda. Sstatus sosial, misal: ada peserta didik anak pejabat, dan anak pegawai biasa. Status ekonomi, misal: ada anak orang kaya, ada orang kurang mampu.
  • Minat belajar, dalam suatu kelas siswa memiliki bermacam-macam tingkatan minat belajar. Ada siswa yang memiliki minat belajarnya tinggi, sedang, dan rendah.

2. Kemampuan Awal

Setiap peserta didik hadir ke ruang kelas dengan membawa berbagai macam pengetahuan, keterampilan, keyakinan, dan sikap yang berbeda-beda yang mereka peroleh dari pengalaman-pengalaman terdahulu. Perbedaan kemampuan awal ini dapat berakibat pada berbeda-bedanya dalam mengingat, berpikir, menerapkan, dan menciptakan pengetahuan baru. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kemampuan awal peserta didik terhadap sebuah subyek tertentu akan mempengaruhi bagaimana dan apa yang akan mereka pelajari (Dick, Carey, & Carey, 2009)

Mengaktifkan kemampuan awal (prior knowledge) yang relevan sangat penting untuk menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Berikut kegunaan mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik, yaitu:

  • untuk membantu memahami interaksi antara proses dan faktor yang mengintervensi dalam situasi belajar mengajar. Memahami interaksi ini akan sangat membantu peserta didik untuk belajar lebih bermakna
  • untuk mengetahui pengetahuan atau pembelajaran yang telah diperoleh oleh peserta didik baik secara formal maupun tidak formal. Pengetahuan akan kemampuan awal tersebut perlu diidentifikasi agar proses pembelajaran dapat selaras antara guru dengan peserta didik.
  • guru dapat memperoleh gambaran yang lengkap dan terperinci tentang kompetensi/ kemampuan awal para peserta didik yang berfungsi sebagai prerequisite bagi bahan materi baru yang akan disampaikan.
  • guru dapat dengan lebih mudah dan tepat dalam mengembangkan strategi, media, dan evaluasi pembelajarannya

Teknik mendeteksi kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan diantaranya

  • Menggunakan catatan atau dokumen yang tersedia.
  • Menggunakan tes prasyarat (prerequisite test) dan tes awal (pre-test)
  • Mengadakan konsultasi individual.
  • Menggunakan angket atau kuesioner kepada peserta didik untuk memperoleh informasi

3. Gaya Belajar

Otak setiap individu berbeda dengan individu lain seperti juga sidik jari. Fakta bahwa setiap individu belajar dengan cara yang berbeda dan memiliki preferensi yang berbeda mengenai dimana, kapan dan bagaimana kita belajar. Contoh-contohnya meliputi; kekuatan dan persepsi perseptual, kebiasaan memproses informasi, kecedasan majemuk, motivasi dan faktor-faktor fisiologis.

  • Kekuatan dan persepsi perseptual, peserta didik memiliki gerbang sensorik (visual, auditori, jasmani, dan
    kinestetik) yang mereka lebih suka gunakan dan mana yang mahir penggunaannya. Dalam kenyatannya, kita semua memiliki ketiga gaya belajar itu (Visual, Auditorial, Kinestetik)  hanya saja biasanya satu gaya mendominasi. buatlah peserta didik menyadari gaya belajar masing-masing.
  • Kebiasaan memproses informasi, seperti bagaimana cara kita melihat dunia secara konkrit dan sistemasis.
  • Kecedasan majemuk, menurut Howard Gardner ada 8 jenis kecerdasan manusia, yaitu: Kecerdasan Logis Matematis , Kecerdasan Bahasa , Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Visual Spasial , Kecerdasan Kinestetis, Kecerdasan Interpersonal , Kecerdasan Intrapersonal , dan Kecerdasan Naturalis ,
  • Motivasi, Salah satu pedekatan yang membantu memahami motivasi peserta didik adalah model ARCS yaitu Perhatian (attention), Relevansi (relevance), Percaya diri (confidence), dan Kepuasan (satisfaction)
  • Faktor – faktor fisiologis, berikut ini adalah teknik untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yaitu Lingkungan sekeliling , Alat bantu, Pengaturan Bangku, Tumbuhan, Aroma, Hewan Peliharaan, Dan Unsur Organik Lainnya,