smkislam

About SMK Islam 1 Blitar

This author SMK Islam 1 Blitar has created 25 entries.

Perencanaan Pembelajaran yang Baik

Seseorang tenaga pendidik yang menginginkan kesuksesan dalam melaksanakan kegiatan mengajar, tentu diawali dengan perencanaan yang baik. Kualitas suatu perencanaan pembelajaran, sangat menentukan optimalisasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2008 tentang Guru, mengamanatkan bahwa guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Dalam Permendikbud

5 Unsur Komunikasi dalam Pembelajaran

1. Komunikator (communicator, source, sender). Komunikator (guru) merupakan sumber dan pengirim pesan. Kompetensi komunikator (guru) yang membuat komunikan (peserta didik) percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi. 2. Pesan (message). Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan komunikan (peserta didik), dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan komunikan. Pesan dapat dirancang berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), handout, wallchart, jobsheet, program video instruksional, program multimedia pembelajaran, dlsb. Gambar Proses Komunikasi Dalam Pembelajaran 3. Media (channel, media). Sistem penyampaian berkaitan

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi peserta didik

Setiap peserta didik tentu memiliki pandangan atau pendapatnya masing-masing di dalam melihat atau mendengar pesan (materi ajar) yang disampai guru (atau sumber belajar lainnya). Perbedaan pendapat serta pandangan ini tentu saja akan ditindaklanjuti dengan respon dan tindakan peserta didik yang berbeda. Konsep ini yang disebut dengan persepsi. Persepsi dari peserta didik terhadap materi ajar akan menentukan bagaimana caranya memandang sebuah mata pelajaran. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seorang peserta didik, antara lain: 1. Pengamatan, penginterpretasikan dari apa yang dilihat dan didengar

Fungsi Hand Out

Hand-out merupakan bahan pembelajaran yang dibuat secara ringkas bersumber dari beberapa literatur yang relevan dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Hand-out memiliki beberapa fungsi, yaitu: a) membantu siswa agar tidak perlu mencatat b) sebagai pendamping penjelasan c) Sebagai bahan rujukan siswa d) memotivasi siswa agar lebih giat belajar e) pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan f) memberi umpan balik, dan g) memberi umpan balik. Penggunaan handout dalam proses pembelajaran akan lebih bermanfaat apabila ditambah media lain yang saling mendukung. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran

Format Modul yang Baik

Format modul yang lengkap memuat Cover, Daftar Isi, Pendahuluan (rasional deskripsi singkat, relevansi, petunjuk belajar), Kegiatan Belajar 1 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 2 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 3 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Tugas Akhir, Tes Akhir, Daftar Pustaka, Kunci Jawaban Tes Formatif. Setelah mamahami format modul yang baik,  Anda dapat mencoba menyusun modul

Bahan Ajar Pendidikan Abad 21

Bahan ajar pendidikan secara mandiri, mengacu pada pendapat Dewi Padmo, dkk, 2004 antara lain adalah: 1) bahan ajar itu dapat dipelajari sendiri oleh peserta didik, bahkan tanpa bantuan guru (self-instructional), 2) bahan ajar itu mampu menjelaskan sendiri karena disusun mengunakan bahasa sederhana dan isinya runtut, sistematis (self-explanatory power), 3) bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung bahan lain (self-contained), 4) bahan ajar itu didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang belajar. Selain itu, bahan ajar yang baik itu

Stategi Pemanfaatan Media Pembelajaran sebagai Sumber Belajar

Adapun strategi yang akan dijelaskan pada kegiatan belajar ini antara lain: (a) presentasi, (b) demonstrasi, (c) latihan (drill and practice), (d) tutorial, dan (e) diskusi. 1. Strategi Presentasi Di dalam presentasi, sumber menjelaskan, menceritakan, atau menyampaikan informasi (materi ajar) kepada peserta didik. Strategi presentasi mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya (a) penyajian materi ajar (realtime) hanya sekali untuk didengarkan oleh semua peserta didik, dan informasi yang disajikan tidak berulang-ulang sehingga lebih efesiensi waktu, (b) peserta didik dapat mengunakan berbagai strategi untuk menangkap informasi

Media Pembelajaran Abad 21

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Saat ini untuk membantu guru dalam menyampaikan pesan, membutuhkan alat bantu (sarana fisik). Harapannya tujuan pembelajaran dapan tercapai dengan tuntas. Secara umum ciri-ciri media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Ciri fiksatif (fixative property), kemampuan media pembelajaran untuk merekam, menyimpan, menampilkan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau obyek. 2. Ciri manipulatif (manipulatif property), kejadian yang memerlukan waktu panjang (produksi berhari-hari) dapat disajikan

3 Jenis Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik merupakan ciri atau sifat dan atribut yang melekat pada peserta didik yang  menggambarkan kondisi peserta didik, misalnya gaya belajar, kondisi sosial ekonomi. Hal ini perlu diidentifikasi dan dipahami guru karena karakteristik peserta didik sangat menentukan : hasil belajar yang akan dicapai aktivitas belajar yang dilakukan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik Secara umum terdapat 3 jenis karakteristik peserta didik, yaitu: 1. karakteristik umum 2. kemampuan awal 3. gaya belajar Mari kita uraikan satu persatu, semoga bisa lebih memahami ke tiganya 1. Karakteristik Umum Gender, peserta didik

Mengenal TPACK Sebagai Model Pembelajaran Baru

TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) merupakan sebuah framework (kerangka kerja) dalam mendesain model pembelajaran baru dengan menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi dan konten/materi pengetahuan (ontologis). Model Pembelajaran TPACK dilaksanakan untuk meningkatkan literasi sains siswa. Dalam penelitian Luthfia Ulva Irmita (2017) bahwa menggunakan pendekatan TPACK dengan model discovery learning dapat digunakan khususnya pada materi laju reaksi kimia. Berikut saya akan mencoba untuk menguraikan TPACK sebagai model Pembelajaran baru: 1. Technological, guru dituntut menguasai teknologi untuk kemudian digunakan sebagai media pendukung dalam kegiatan