Bahan Ajar Pendidikan Abad 21

Bahan ajar pendidikan secara mandiri, mengacu pada pendapat Dewi Padmo, dkk, 2004 antara lain adalah:
1) bahan ajar itu dapat dipelajari sendiri oleh peserta didik, bahkan tanpa bantuan guru (self-instructional),
2) bahan ajar itu mampu menjelaskan sendiri karena disusun mengunakan bahasa sederhana dan isinya runtut, sistematis (self-explanatory power),
3) bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung bahan lain (self-contained),
4) bahan ajar itu didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang belajar. Selain itu, bahan ajar yang baik itu juga adaptif, disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, dan mudah atau fleksibel dipelajari atau dioperasikan (user friendly).
Lain halnya menurut Sadjati (2012:1.7), bahan ajar dapat dikategorikan kedalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar non cetak. Jenis bahan ajar cetak yang dimaksud Sadjati tersebut adalah modul, handout, dan lembar kerja siswa (LKS). Selanjutnya Sadjati mengelompokkan bahan ajar noncetak di antarnya adalah realia, bahan ajar yang dikembangkan dari barang sederhana, bahan ajar diam dan display, video, audio dan overhead transparencies (OHT).