Stategi Pemanfaatan Media Pembelajaran sebagai Sumber Belajar

Adapun strategi yang akan dijelaskan pada kegiatan belajar ini antara lain: (a) presentasi, (b) demonstrasi, (c) latihan (drill and practice), (d) tutorial, dan (e) diskusi.
1. Strategi Presentasi
Di dalam presentasi, sumber menjelaskan, menceritakan, atau menyampaikan informasi (materi ajar) kepada peserta didik. Strategi presentasi mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya (a) penyajian materi ajar (realtime) hanya sekali untuk didengarkan oleh semua peserta didik, dan informasi yang disajikan tidak berulang-ulang sehingga lebih efesiensi waktu, (b) peserta didik dapat mengunakan berbagai strategi untuk menangkap informasi (materi ajar) yang dipresentasikan guru. Kegiatan peserta didik, selain mendengar, juga mencatat, menggambar atau bahkan merekam, serta (c) teknologi dan media yang ada saat ini, dapat menyajikan sumber informasi yang berkualitas.
Strategi presentasi juga memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya: (a) dianggap sulit untuk beberapa peserta didik, karena tidak semua peserta didik memiliki kemampuan mempersepsi dan merespon informasi (materi ajar) secara baik dan cepat, (b) presentasi yang tidak memberi kesempatan untuk berinteraksi, berpotensi membosankan, (c) peserta didik yang memiliki keterampilan kurang dalam mencatat akan kesulitan untuk menangkap informasi, (c) sulit untuk menerapkan presentasi pada peserta didik kelas rendah karena mereka belum mampu berpikir secara abstrak.
Dalam presentasi, tidak harus selalu membuat peserta didik berdiri di depan kelas. Membaca buku, mendengarkan program audio, menonton program video, merupakan contoh dari strategi presentasi.
2. Strategi Demonstrasi
Strategi demonstrasi ini tepat, untuk melakukan pembelajaran langsung (learning by doing) dengan obyek praktikum. Strategi ini mempunyai beberapa kelebihan, antara lain (a) peserta didik mendapatkan keuntungan dengan melihat sesuatu sebelum mereka melakukannya (seeing before doing), (b) guru dapat memandu kelompok besar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan (task guidance), (c) lebih ekonomis karena tidak perlu menyiapkan bahan pembelajaran untuk masing-masing peserta didik (economy of supplies), (d) meminimalisir bahaya praktikum, karena guru dapat mengontrol bahan-bahan yang berpotensi bahaya terhadap peserta didik.
Beberapa keterbatasan dalam strategi ini, yaitu (a) peserta didik tidak mengalaminya secara langusung (hanya menyaksikan demonstrasi), kecuali bagi peserta didik yang melakukan demonstrasi (karena dianggap telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik), (b) setiap peserta didik mungkin memiliki keterbatasan penglihatan dan pendengaran yang berbeda-beda dalam menyaksikan demonstrasi, sehingga dimungkinkan ada beberapa aspek yang terlewatkan oleh peserta didik, dan (c) memungkinkan tidak semua peserta didik mengikuti demonsrasi apabila hanya menggunakan satu cara.
3. Strategi Latihan (drill and practice)
Beberapa keunggulan strategi drill and practice yaitu: (a) peserta didik mendapatkan umpan balik yang sesuai dengan respon yang diberikan (corrective feedback), (b) informasi disajikan dalam bentuk kecil-kecil (small chunks) sehingga memberikan kesempatan kepada peserta didik meninjau kembali materi tersebut, dan (c) latihan yang dibangun dalam informasi yang kecil-kecil memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengujicobakan pengetahuan baru tersebut melalui beberapa cara yang positif.
Beberapa keterbatasan dalam strategi drill and practice antara lain sebagai berikut: (a) pengulangan terus menerus. Tidak semua peserta didik menyambut baik pengulangan yang terjadi selama drill and practice. (b) cenderung membosankan. Beberapa materi dalam drill and practice memiliki cukup banyak item sehingga dapat membuat peserta didik menjadi bosan karena terlalu banyak pengulangan dengan item yang monoton. (c) potensi belajar. Apabila peserta didik membuat kesalahan berulang-ulang, penggunaan strategi drill and practice secara terus menerus tidak akan membantu peserta didik belajar.
4. Strategi Tutorial
Menggunakan tutorial memiliki beberapa keuntungan, di antaranya (a) peserta didik dapat bekerja secara mandiri pada saat ada materi baru dan menerima umpan balik kemajuan belajar; (b) peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatannya, mengulangi informasi jika dibutuhkan sebelum beralih ke materi selanjutnya; dan (c) tutorial berbasis komputer (multimedia model tutorial) dapat merespon jawaban peserta didik secara langsung dan cepat. Respon komputer memberikan tindak lanjut kegiatan belajar, apakah peserta didik belajar ke topik berikutnya, atau peserta didik ikut program meremedial.
Sama halnya dengan strategi lainnya, tutorial juga memiliki kelemahan, antara lain (a) adanya pengulangan dapat menyebabkan peserta didik menjadi bosan jika materi yang disajikan hanya dalam bentuk satu pola saja, (b) dapat menyebabkan peserta didik menjadi frustasi jika tidak terlihat kemajuan belajarnya saat tutorial, serta (c) berpotensi adanya kesalahan dalam membimbing peserta didik.
5. Strategi Diskusi
Strategi diskusi memiliki beberapa kengggulan, di antaranya: (a) diskusi biasanya lebih menarik bagi peserta didik daripada duduk dan mendengarkan sesorang menceritakan suatu fakta, (b) peserta didik merasa tertantang untuk memikirkan tentang topik dan penerapan apa yang telah mereka ketahui, (c) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membawa ide baru dalam menyajikan informasi.
Strategi diskusi juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain (a) memungkinkan tidak semua peserta didik ikut berpartisipasi, sehingga sebaiknya guru harus menyakinkan kepada semua bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk berbicara, (b) terkadang peserta didik tidak belajar di luar dari apa yang telah mereka ketahui dan kurang tertantang untuk memperluas pengalaman belajarnya, (c) beberapa pertanyaan yang dilontarkan mungkin terlalu sulit bagi peserta didik untuk berpikir sesuai dengan tingkat pengetahuannya, serta (d) diskusi mungkn bukan strategi yang efektif digunakan kepada peserta didik kelas rendah, yang masih membutuhkan penjelasan langsung dari guru.