Monthly Archives: Juli 2019

Penjelasan Kompetensi Pedagogik Guru

Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara umum kompetensi pedagogik guru meliputi; (a) menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, (b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (c) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, (d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, (f) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan

Strategi Pengembangan Profesi Guru Abad 21

Dalam Strategi Pengembangan Profesi Guru Abad 21, ada beberapa yang harus dilakukan yaitu 1. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. a. Pengembangan Diri Untuk melakukan pengembangan diri melalui 2 cara; (1) diklat fungsional dan 2) kegiatan kolektif. Aktiflah dalam pengembangan diri karena manusia adalah makhluk pembelajar. b. Publikasi Ilmiah Bisa berupa suatu karya tulis ilmiah yang disampaikan melalui kegiatan presentasi karya ilmiah, menjadi narasumber, dan publikasi hasil penelitian dan gagasan inovatif c. Karya

5 Karakteristik Guru Abad 21

Dalam pembelajaran di kelas, guru memiliki tugas utama untuk mengantarkan peserta didik pada prestasi terbaik sesuai dengan potensinya. Berikut ini 5 karakteristik guru di  abad 21, antara lain: Pertama, guru disamping sebagai fasilitator, juga harus menjadi motivator dan inspirator. Kedua, salah satu prasyarat paling penting agar guru mampu mentrasformasikan diri dalam era pedagogi siber atau era digital, adalah tingginya minat baca. Ketiga, guru pada abad 21 harus memiliki kemampuan untuk menulis. Mempunyai minat baca tinggi saja belum cukup bagi guru, tetapi harus memiliki

Pembelajaran Berbasis Masalah di SMK

Pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (problem-based learning/PBL) awalnya berakar pada pendidikan medis dan diterapkan pada pendidikan bidang kedokteran. Model ini pada prakteknya menekankan lingkungan belajar siswa aktif, kerja kelompok (kolaboratif), dan teknik evaluasi otentik (authentic assessment). Dalam Problem-based learning, pembelajar lebih didorong dalam kegiatan yang memerlukan perumusan masalah, pengumpulan data, dan analisis data (berhubungan dengan proses diagnosis). Juga pembelajar lebih didorong pada kegiatan mendesain merumuskan pekerjaan, merancang (designing), mengkalkulasi, melaksanakan pekerjaan, dan mengevaluasi hasil yang diharapkan. Permasalahan dapat diajukan atau

Guru Sebagai Tenaga Profesional di SMK

Pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan pendidikan tertentu. Dapat dikatakan Guru  Profesional jika kompeten dalam : 1. Pedagogik 2. Profesional 3. Kepribadian 4. Sosial Mari kita bahas satu persatu kompetensi guru ini. 1. Kompetensi Pedagogik , meliputi: Pemahaman wawasana atau landasan kependidikan Pemahaman terhadap peserta didik Pengembangan kurikulum/silabus Perancangan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis Pemanfaatan teknologi pembelajaran Evaluasi hasil belajar Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya 2. Kompetensi Profesional , meliputi: Kemampuan guru dalam menguasai

Buku Perencanaan Pembelajaran HOTS

Pendidikan pembelajaran abad 21 diselenggarakan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik. Untuk dapat meningkatkan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0, diperlukan perencanaan pembelajaran berbasis HOTS yang ruang lingkupnya mencakup:  Taksonomi Kompetensi  Pendekatan pembelajaran saintifik  Model-model pembelajaran Dengan tujuan sebagai berikut: 1. Meningkatkan mutu pelaksanaan Perencanaan Pembelajaran di SMK; 2. Mengembangkan silabus yang mengandung HOTS (Higher-order Thinking Skills); 3. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengandung HOTS (Higher-order Thinking Skills); Lebih detail terkait pembelajaran HOTS, saya sertakan buku nya, semoga bermanfaat.

Desain Pembelajaran Pada Pembelajaran Abad 21

Desain Pembelajaran Pada Pembelajaran Abad 21 ini menurut Saripudin (2015: 4-6) desain pembelajaran diantaranya: Project Base Learning, yang berpijak  pada  teori  belajar  konstruktivistik, mengutamakan  aktivitas  siswa  daripada  aktivitas pengajarnya,  mengenai  kegiatan  laboratorium,  pengalaman  lapangan,  studi  kasus, pemecahan masalah, panel diskusi, diskusi, brainstorming, dan simulasi. Project Oriented Learning, melibatkan pembelajar dalam suatu proyek misalnya proyek tersebut berupa sebuah produk Problem Based Learning, pada prakteknya menekankan lingkungan belajar siswa  aktif,  kerja  kelompok  (kolaboratif),  dan  teknik  evaluasi  otentik  (authentic  assessment). Cooperative Learning, dengan pembelajaran berkelompok dalam jumlah

10 Tipe Strategi Instruksional Pembelajaran di SMK Islam 1 Blitar

Terdapat 10  tipe strategi instruksional pembelajaran yang biasa digunakan di SMK Islam 1 Blitar, diantaranya Presentation (Presentasi) Demontrastion (Demonstrasi) Drill and Practice (Latihan terus menerus dan Praktik) Tutorial Discussion (Diskusi) Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Games (Permainan) Simulations (Simulasi) Discovery (Penemuan)

Strategi Pembelajaran di SMK Islam 1 Blitar

Strategi pembelajaran yang dilakukan SMK Islam, diantaranya adalah sebagai berikut: Fokus pembelajaran pada praktik belajar lebih dalam  (deeper  learning) dan belajar  kemitraan  baru Strategi pembelajaran mengaplikasikan  strategi  pedagogi  yang  mendukung praktik  deeper  learning  dan  kemitraan  baru Pembelajaran langsung ke arah model pembelajaran penemuan (inquiry based model) Pemanfaatan teknologi  diarahkan  pada  upaya  membantu  siswa  dalam mengembangkan  keterampilan  teknologis  sebagai  bagian  dari  kompetensi abad  21 Pendidikan informal  dan  belajar  pengalaman  berperan  penting  dalam mengembangkan  kompetensi  peserta Assesmen dilakukan dengan pendekatan pedagogik transformatif. Dukungan infrastruktur  pembelajaran  berperan  penting  dalam  pencapaian

Prinsip-prinsip Pembelajaran Efektif Abad ke 21 di SMK Islam 1 Blitar

Dalam mendidik di sekolah, siswa siswi dididik menggunakan prinsip pembelajaran Efektif abad 21. Hal ini berdasarkan hasil praktik penelitian tindakan kelas dalam periode waktu tertentu. Berikut ini  menjelaskan 8 prinsip pembelajaran yang efektif yang telah dilakukan : 1. Mengkaji pengetahuan sebelumnya 2. Mempertimbangkan perbedaan individual 3. Sesuai dengan tujuan negara (state objectives) 4. Mengembangkan ketrampilan metakognisi 5. Memberikan interaksi sosial 6. Menggabungkan konteks yang realistik 7. Melibatkan siswa dalam konteks yang relevan 8. Pemberian umpan balik yang sering, tepat waktu, dan konstruktif