abdullah_umar

About abdullah umar

This author abdullah umar has created 13 entries.

Pengelompokkan Bahan Ajar dalam Pendidikan

Bahan ajar merupakan bahan yang digunakan oleh guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahan ajar juga dapat diartikan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak, sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Bahan ajar dapat dikembangkan dalam bentuk cetak atau digital. Pengelompokkan lain dari bahan ajar dalam pendidikan dapat berupa: 1. Buku Ajar 2. Diktat 3. Handout 4. Modul 5. Kompilasi 6. Ringkasan 7. E-book 8. E-modul Dalam membuat bahan ajar, tenaga pendidik diharapkan tetap memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. kemampuan bahasa peserta didik, 2.

Modul 1 SISTEM KOMPUTER

KEGIATAN BELAJAR 1 SISTEM KOMPUTER Sistem Bilangan https://drive.google.com/open?id=1IMQPsJtNywU1H8jg16XnCBcmfA3Vn-5P1j6qHU85QTI Relasi Bilangan Rangkaian Sekuensial Operasi Logika Aritimatika Multiplexser demultiplexser Elektronika Dasar Dasar Mikrokontroler

Profesional Komputer dan Informatika Modul 1

KEGIATAN BELAJAR 1 SISTEM KOMPUTER KEGIATAN BELAJAR 2 KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR KEGIATAN BELAJAR 3 PEMPROGRAMAN DASAR KEGIATAN BELAJAR 4 DASAR DESAIN GRAFIS Detail modul 1 dapat dilihat pada KB1 – SISTEM KOMPUTER Detail modul 1 dapat dilihat pada KB2 – KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR Detail modul 1 dapat dilihat pada KB3 – PEMPROGRAMAN DASAR Detail modul 1 dapat dilihat pada KB4 – DASAR DESAIN GRAFIS

Cara Mengolah Dan Memanfaatkan Hasil Penilaian

Data yang terkumpul dari penilaian dengan teknik tes akan berupa data kuantitatif. Data tersebut merupakan data mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Untuk itu perlu diolah dan dimanfaatkan dengan baik, berikut adalah caranya: 1. Melakukan Pensekoran, yakni memberikan skor pada hasil penilaian yang dapat dicapai oleh responden (peserta didik). Untuk menskor atau memberikan angka diperlukan kunci jawaban, kunci pensekoran dan pedoman pengangkaan. Tiga macam alat bantu penskoran atau pengangkaan berbeda-beda cara penggunaannya untuk setiap butir soal yang ada dalam alat penilai. 2. Mengkonversi skor

Cara Menelaah Tes Hasil Belajar

Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1). Materi: a) Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan b) Hanya ada satu jawaban yang benar c) Pengecoh homogin, dan berfungsi. 2). Konstruksi a) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas. b) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar. d) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. e) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjaudari segi materi. f) Panjang rumusan

Cara Menulis Tes Hasil Belajar Peserta Didik

Secara umum, langkah-langkah kegiatan penilaian hasil belajar yang dilakukan Guru meliputi: (1) Perencanaan penilaian dan pengembangan perangkat, (2) Pelaksanaan penilaian atau pengujian, (3) Penyekoran, (4) Pelaporan, dan (5) Pemanfaatan hasil penilaian. Penulisan tes hasil belajar hendaknya dilakukan secara sistematis sesuai kaidah penulisan tes yang baik, yaitu melalui langkah-langkah: (a) Perumusan tujuan tes, (b) Penentuan bentuk pelaksanaan tes, (c) Penyusunan kisi-kisi tes, (d) Penulisan butir soal, (e) Penelaahan butir soal, (f) Uji coba/analisis, (g) Perakitan soal/perangkat tes. Setelah perakitan soal tes tersebut

Penilaian Otentik dalam Pendidikan Abad 21

Penilaian otentik adalah merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar peserta didik yang didasarkan atas kemampuannya menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata di sekitarnya. Makna otentik adalah kondisi yang sesungguhnya berkaitan dengan kemampuan peserta didik. Beberapa kelebihan penilaian otentik antara lain: a.Peserta didik diminta untuk menunjukkan kemampuan melakukan tugas yang lebih kompleks yang mewakili aplikasi yang lebih bermakna dalam dunia nyata. b.Peserta didik diminta untuk menganalisis, mensintesis, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. c. Peserta didik untuk memilih dan mengonstruksi

Pengukuran, Penilaian, Tes, dan Evaluasi Dalam Pendidikan

Pengukuran (measurement) dalam pendidikan proses pemberian angka atau bentuk kuantitatif pada objek-objek atau kejadian-kejadian menurut sesuatu aturan yang ditetapkan. Artinya, dalam memberiangka atau sekor pada subjek, objek atau kejadian harus menggunakan aturan-aturan atau formula yang jelas dan sudah disepakati bersama. Karakteristik utama dalam proses pengukuran adalah adanya penggunaan angka (skor). Skala atau angka dalam pengukuran dapat diklasifikasikan kedalam 4 (empat) kategori, yaitu: skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. Skala nominal adalah skala yang bersifat kategorikal, jenis datanya hanya menunjukkan

Perencanaan Pembelajaran yang Baik

Seseorang tenaga pendidik yang menginginkan kesuksesan dalam melaksanakan kegiatan mengajar, tentu diawali dengan perencanaan yang baik. Kualitas suatu perencanaan pembelajaran, sangat menentukan optimalisasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2008 tentang Guru, mengamanatkan bahwa guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Dalam Permendikbud