Pedagogik

Cara Mengolah Dan Memanfaatkan Hasil Penilaian

Data yang terkumpul dari penilaian dengan teknik tes akan berupa data kuantitatif. Data tersebut merupakan data mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Untuk itu perlu diolah dan dimanfaatkan dengan baik, berikut adalah caranya: 1. Melakukan Pensekoran, yakni memberikan skor pada hasil penilaian yang dapat dicapai oleh responden (peserta didik). Untuk menskor atau memberikan angka diperlukan kunci jawaban, kunci pensekoran dan pedoman pengangkaan. Tiga macam alat bantu penskoran atau pengangkaan berbeda-beda cara penggunaannya untuk setiap butir soal yang ada dalam alat penilai. 2. Mengkonversi skor

Cara Menelaah Tes Hasil Belajar

Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1). Materi: a) Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan b) Hanya ada satu jawaban yang benar c) Pengecoh homogin, dan berfungsi. 2). Konstruksi a) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas. b) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar. d) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. e) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjaudari segi materi. f) Panjang rumusan

Cara Menulis Tes Hasil Belajar Peserta Didik

Secara umum, langkah-langkah kegiatan penilaian hasil belajar yang dilakukan Guru meliputi: (1) Perencanaan penilaian dan pengembangan perangkat, (2) Pelaksanaan penilaian atau pengujian, (3) Penyekoran, (4) Pelaporan, dan (5) Pemanfaatan hasil penilaian. Penulisan tes hasil belajar hendaknya dilakukan secara sistematis sesuai kaidah penulisan tes yang baik, yaitu melalui langkah-langkah: (a) Perumusan tujuan tes, (b) Penentuan bentuk pelaksanaan tes, (c) Penyusunan kisi-kisi tes, (d) Penulisan butir soal, (e) Penelaahan butir soal, (f) Uji coba/analisis, (g) Perakitan soal/perangkat tes. Setelah perakitan soal tes tersebut

Penilaian Otentik dalam Pendidikan Abad 21

Penilaian otentik adalah merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar peserta didik yang didasarkan atas kemampuannya menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata di sekitarnya. Makna otentik adalah kondisi yang sesungguhnya berkaitan dengan kemampuan peserta didik. Beberapa kelebihan penilaian otentik antara lain: a.Peserta didik diminta untuk menunjukkan kemampuan melakukan tugas yang lebih kompleks yang mewakili aplikasi yang lebih bermakna dalam dunia nyata. b.Peserta didik diminta untuk menganalisis, mensintesis, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. c. Peserta didik untuk memilih dan mengonstruksi

5 Unsur Komunikasi dalam Pembelajaran

1. Komunikator (communicator, source, sender). Komunikator (guru) merupakan sumber dan pengirim pesan. Kompetensi komunikator (guru) yang membuat komunikan (peserta didik) percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi. 2. Pesan (message). Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan komunikan (peserta didik), dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan komunikan. Pesan dapat dirancang berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), handout, wallchart, jobsheet, program video instruksional, program multimedia pembelajaran, dlsb. Gambar Proses Komunikasi Dalam Pembelajaran 3. Media (channel, media). Sistem penyampaian berkaitan

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi peserta didik

Setiap peserta didik tentu memiliki pandangan atau pendapatnya masing-masing di dalam melihat atau mendengar pesan (materi ajar) yang disampai guru (atau sumber belajar lainnya). Perbedaan pendapat serta pandangan ini tentu saja akan ditindaklanjuti dengan respon dan tindakan peserta didik yang berbeda. Konsep ini yang disebut dengan persepsi. Persepsi dari peserta didik terhadap materi ajar akan menentukan bagaimana caranya memandang sebuah mata pelajaran. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seorang peserta didik, antara lain: 1. Pengamatan, penginterpretasikan dari apa yang dilihat dan didengar

Fungsi Hand Out

Hand-out merupakan bahan pembelajaran yang dibuat secara ringkas bersumber dari beberapa literatur yang relevan dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Hand-out memiliki beberapa fungsi, yaitu: a) membantu siswa agar tidak perlu mencatat b) sebagai pendamping penjelasan c) Sebagai bahan rujukan siswa d) memotivasi siswa agar lebih giat belajar e) pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan f) memberi umpan balik, dan g) memberi umpan balik. Penggunaan handout dalam proses pembelajaran akan lebih bermanfaat apabila ditambah media lain yang saling mendukung. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran

Format Modul yang Baik

Format modul yang lengkap memuat Cover, Daftar Isi, Pendahuluan (rasional deskripsi singkat, relevansi, petunjuk belajar), Kegiatan Belajar 1 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 2 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Kegiatan Belajar 3 (capaian pembelajaran, sub-capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif), Tugas Akhir, Tes Akhir, Daftar Pustaka, Kunci Jawaban Tes Formatif. Setelah mamahami format modul yang baik,  Anda dapat mencoba menyusun modul

Bahan Ajar Pendidikan Abad 21

Bahan ajar pendidikan secara mandiri, mengacu pada pendapat Dewi Padmo, dkk, 2004 antara lain adalah: 1) bahan ajar itu dapat dipelajari sendiri oleh peserta didik, bahkan tanpa bantuan guru (self-instructional), 2) bahan ajar itu mampu menjelaskan sendiri karena disusun mengunakan bahasa sederhana dan isinya runtut, sistematis (self-explanatory power), 3) bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung bahan lain (self-contained), 4) bahan ajar itu didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang belajar. Selain itu, bahan ajar yang baik itu

Stategi Pemanfaatan Media Pembelajaran sebagai Sumber Belajar

Adapun strategi yang akan dijelaskan pada kegiatan belajar ini antara lain: (a) presentasi, (b) demonstrasi, (c) latihan (drill and practice), (d) tutorial, dan (e) diskusi. 1. Strategi Presentasi Di dalam presentasi, sumber menjelaskan, menceritakan, atau menyampaikan informasi (materi ajar) kepada peserta didik. Strategi presentasi mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya (a) penyajian materi ajar (realtime) hanya sekali untuk didengarkan oleh semua peserta didik, dan informasi yang disajikan tidak berulang-ulang sehingga lebih efesiensi waktu, (b) peserta didik dapat mengunakan berbagai strategi untuk menangkap informasi